Make your own free website on Tripod.com

Yayasan Peduli Kasih (YAPEKA)

Profile

Home
About Us
Contact Us
Recent and Upcoming Events
Newsletter Page
Getting Involved
Members Page
Profile
Links
Gallery

Profil Seorang Putra Daerah Kupang (NTT).
(Bagian Pertama)

"SAYA MAU MENJADI LEBIH BAIK" (Bagian ke-2)
 
Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit, demikian juga dengan Victor.  Pengalaman yang tidak enak dan tingkat kesulitan yang luar biasa yang dialaminya, tetap dinikmatinya dan hal ini membuat dia semakin matang dan bijaksana dalam meneruskan kehidupan ini.  Dia merasakan ada sesuatu kemampuan yang lebih dalam menghadapi masalah, yaitu lebih terkontrol, bertindak tegas dan lebih bijaksana dalam menentukan rule yang harus dijalankan, dan sejak saat itu juga pekerjaan dan penawaran dari luar makin mengalir.
 
Akhirnya dari sudut hati pangi dalam dan setelah direnungkannya, dia mengambil keputusan untuk harus lebih dekat dan mengenal Tuhan lebih dalam lagi dan itu merupakan kebutuhan pokok dan menjadi titik  balik dalam kehidupannya.  Kebetulan di Pd. Pinang sudah ada Persekutaun Doa,  yang pada awalnya diacuhkan begitu saja.  Ia merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu, yang menurutnya lebih baik, dan sejak saat itu ia merasakan hidupnya semakin lebih baik lagi setelah dia ambil keputusan untuk melibatkan Tuhan pada setiap pekerjaannya (berdoa terlebih dahulu).  Sejak saat itu sepak terjangnya berubah drastis, dan belajar hidup semakin dekat dengan Tuhan serta ingin lebih mengenal Tuhan semakin mendalam.  Yang mendasari hal ini ialah dengan pikiran dan kesadaran yang sederhana saja Kalau Tuhan ada pasti Dia pelihara saya".

bbasecap.jpg

Satu hal yang disyukurinya, bahwa selama memimpin dunia yang digelutinya sejak tahun 1993, belum pernah ada satupun yang meninggal dalam kelompoknya, padahal pekerjaan seperti ini cenderung anarkis, dan bisa menjadi destruktif.  Kalau diperhatikan masih lebih banyak yang lebih senior dari Victor, namun dengan pertolongan Tuhan, ia dapat memimpinnya dan menjadi pemimpin dari kelompok tersebut, sehingga tidak mengarah pada hal-hal yang anarkis dan destruktif, bahkan membawa kelompoknya pada pengenalan akan Tuhan, yaitu dengan mengikuti Persekutuan Doa.  Pada saat itu sadarlah ia bahwa ada talenta memimpin yang Tuhan berikan padanya.  Memang ada banyak kendala tapi beliau tidak mau menyerah.  Dan pada akhirnya Tuhan membuka jalan baginya sehingga dia bisa bertemu dengan banyak orang sampai sekarang ini.
 
Kendala... ? Kesulitan .... ? Memang banyak dari pada kesenangannya, akan tetapi beliau melatih dirinya untuk tidak gagal.  Kalau kata orang itu akan gagal, akan tetapi dalam pemikirannya itu pasti akan berhasil, "saya tidak pernah berpikir gagal."  Pikiran yang positif dan optimismenya membantu Victor untuk lebih maju lagi.
 
Kunci keberhasilannya antara lain:
-   Nikmati apa adanya sekalipun sulit
-   Tidak pernah berpikir gagal
-   Hal-hal yang penuh tantangan harus dapat diselesaikan
-   Percaya diri (berdoa selalu sebelum melakukan pekerjaan)
-   Merasa semakin percaya diri setelah dekat dengan Tuhan
 
Dalam mengadapi segala kemungkinan beliau tidak pernah mengenal menyerah, sesulit apapun masalahnya tetap dijalankannya.  Keinginan untuk tetap survive tinggi dan tidak pernah pudar, apalagi hanya karena ada masalah.  "Yang lebih lagi, bukan karena pintger, tapi tidak mau menyerh dan yang saya tau pasti ada jalan keluarnya."
 
Demikianlah pengakuan yang jujur dari Victor.  Ia menyadari bahwa Tuhan menyayangi dan mengasihinya.  Masalah tidak membuat ia takut, tapi tertantang untuk menyelesaikannya, ditunjang dengan bibit karakter yang baik, tinggal dibentuk.
 
Yang menjadi motivasi beliau untuk menyelesaikan studynya, ialah pada saat semester VI beliau sudah beracara, padahal secara legal belum diperbolehkan.  Namun, karena merasa bertanggung jawab bahwa banyak orang sudah mengenal dia sebagai pengacara dan sudah beracara pada kasus-kasus yang dipercayakan kepadanya untuk disidangkan, serta keinginan untuk menolong banyak orang, mendorong Victor untuk segera menyelesaikan studynya.
 
Dalam menghadapi masalah beliau tidak mau berada dibawah tekanan masalah, tapi harus berada diatas masalah (contoh: Seperti burung rajawali).  Tidak semua orang mampu menikmati tekanan.  Akan tetapi apabila harus mengalami tekanan, ia mau menikmati tekanan itu dan tidak mau lari dari masalah/tekanan yang dihadapinya sampai masalah itu terselesaikan.
 
Menurutnya, faktor utama mengapa kita tidak mampu menghadapi masalah adalah:
1.  Tidak mampu untuk memotivasi diri sendiri
2.  Pada saat kita mengatakan tidak mampu, maka kita tidak akan pernah tahu
    kemampuan kita sendiri
 
Bagaimana Victor mengatasi kendala dari luar, ia mencoba mengatasinya dengan bersikap kritis terhadap keadaan, kalau merupakan suatu keharusan untuk ditempuh, maka akan ditempunya.  Tapi kalau hal itu merupakan persoalan yang sekunder, maka beliau akan melihat dan mengkaji kembali apa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
 
Mengutamakan keluarga apabila ada hal yang urgent, itu merupakan suatu keharusan bagi Victor, akan tetapi apabila kebutuhan keluarga itu hanya bersifat sekunder, maka beliau akan lebih mengutamakan networking pekerjaan, hal itu dilandasi dengan pemikiran bahwa ia lebih mengutamakan kepentingan banyak orang.  Itu tidak berarti dia mengabaikan keluarga.
 
Dalam satu kondisi dan situasi tertentu yang paling sulit, sudah harus diperhitungkan dan dipikirkan sehingga pada saat hal itu timbul, tidak sulit untuk mengambil keputusan.  Kalau kita mampu untuk mengatasi konfik, maka kita pasti akan berada diatas konfik itu sendiri sehingga kita keluar sebagai pemenang. (lp.)
 
Watercolor Bouquet

We may make past editions of the newsletter available for download.

Yayasan Peduli Kasih (YAPEKA)
Gedung Artha Graha Lt-3A
Jl. Melawai Raya B/194, Blok M, Kebayoran Baru
Jakarta - Selatan, Indonesia
Telp. 62-21-7269884
Fax. 62-21-7269885